Rupanya,
Kita sering salah mendefinisikan rutinitas dan bosan tadi. Harusnya kita lebih konsisten dalam menjalankan tugas. Agar semakin cepat dan semakin ahli di bidang tersebut. Rasa bosan muncul bukan karena rutinitas tadi, tapi karena punya pikiran iseng liat rumput tetangga lebih hejo. Membandingkan yang tidak perlu, bakalan buat otak dan pikiran jadi lekas buntu. Segalanya jadi negatif.
Jadi,
Jika ingin sukses, konsistensi jadi kunci. Agar lebih profesional, lebih paham suatu bidang. Dan, so pasti saat ada peluang karir di bidang tersebut, pastikan kalian yang layak mendudukinya.
2. Atasan dan gayanya
Soal atasan, banyak ragam gaya atasan. Mulai dengan gaya pendiam, penyabar, politikus hingga super-galak termasuk punya pasangan atasan yang lebih galak lagi. Hahaha. Gaya atasan berbeda-beda, tapi percayalah tujuannya sama, yakni target tuntas dengan performance terbaik.
Rupanya,
Sering membawa ke hati saat ketemu atasan yang gak nyaman, ini jadi biang. Atasan dianggap sebagai lawan hanya karena gak suka dengan gaya merintahnya. Sebaliknya, saat ketemu atasan yang pendiam dan sabar, malah jadi pemalas. Merasa aman damai. Gak perlu kerja keras karena cukup ngasi alasan ini itu sebagai jawaban saat gagal mencapai target. Ini bisa jadi biang kekacauan karir.
Jadi,
Kita tidak perlu baper apalagi damper (mendam perasaan) jika punya atasan yang jauh beda dengan karakter kita. Semua gaya atasan adalah sumber ilmu luar biasa. Banyak hikmah yang bisa dipetik dari mereka untuk karir ke depan. Percayalah.
