“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada OJK yang menunjukkan komitmen nyata menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong perkembangan ekonomi Papua Barat,” kata Dominggus.
Acara peresmian turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, Anggota DPD RI Papua Barat Pdt. Mamberob Yosephus Rumakiek, serta para pimpinan lembaga jasa keuangan di wilayah tersebut.
Kantor OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya dipimpin Budi Rahman yang kini bertanggung jawab atas pengawasan dan pengembangan sektor jasa keuangan di 13 wilayah administratif, meliputi Kota Sorong, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Fakfak, Maybrat, Raja Ampat, Sorong, Sorong Selatan, dan Tambrauw.
Potret Industri Keuangan di Papua Barat dan Papua Barat Daya (per November 2025):
1. 178 kantor cabang bank umum konvensional
2. 6 Bank Perekonomian Rakyat (BPR)
3. 74 kantor lembaga jasa keuangan nonbank, terdiri dari:
4. 18 jaringan kantor sektor Pasar Modal
5. 56 jaringan kantor Perasuransian, Pergadaian, dan PNM
Dengan jaringan yang cukup besar ini, keberadaan kantor OJK baru diharapkan menjadi penggerak utama peningkatan akses keuangan, pertumbuhan UMKM, dan stabilitas sistem keuangan di wilayah Indonesia Timur. (***)
