OJK Perkuat Keuangan Digital, Transaksi Aset Kripto Capai Rp20,52 Triliun hingga Juli 2026

Pada daftar yang dikelola bursa CFX tercatat 1.214 aset dan 49 derivatif. Sementara itu, bursa ICEX mencatat 871 aset yang dapat diperdagangkan.

Di sisi inovasi teknologi sektor keuangan, OJK mencatat pada Juli 2026 terdapat delapan penyelenggara pemeringkat kredit alternatif dan 16 penyelenggara agregasi jasa keuangan. Secara keseluruhan, para penyelenggara tersebut telah menjalin 1.357 kemitraan dengan Lembaga Jasa Keuangan (LJK).

OJK Luncurkan Buku Saku 2.0 Aset Keuangan Digital dan Kripto

Dalam kesempatan yang sama, OJK meluncurkan Buku Saku 2.0 Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto yang disusun bersama industri.

Bacaan Lainnya

Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK Adi Budiarso mengatakan, buku tersebut disiapkan sebagai panduan praktis bagi masyarakat untuk memahami karakteristik, manfaat, sekaligus risiko aset keuangan digital dan aset kripto.

“Buku ini merupakan hasil karya anak-anak digital Indonesia, baik dari OJK maupun dari asosiasi pelaku usaha dan para pemerhati,” kata Adi.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas buku tersebut. Menurutnya, peningkatan pemahaman masyarakat merupakan bagian penting dalam meningkatkan awareness dan kecerdasan finansial.

“Kecerdasan finansial adalah tonggak utama untuk mencapai financial well-being,” ujarnya.

Adi menegaskan, OJK Digination Day 2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang kerja bersama bagi regulator, industri, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk menyelaraskan arah masa depan sektor keuangan digital Indonesia.

“Forum ini juga menjadi ruang untuk menguji gagasan dan memastikan diskusi menghasilkan dampak nyata,” katanya.

Ke depan, OJK akan memusatkan pengembangan IAKD pada tiga agenda utama, yakni memperdalam ekosistem yang telah terbentuk (deepening), memperluas jangkauan dan pemanfaatan inovasi (widening), serta memperkuat pelindungan konsumen dan mitigasi risiko (safeguarding).

Ketiga agenda tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem keuangan digital Indonesia yang semakin inklusif, aman, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan RI Herman Saheruddin, Chief Technology Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Sigit Puji Santosa, serta perwakilan kementerian/lembaga terkait, asosiasi industri, akademisi, praktisi, dan penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK).

Pos terkait