Muhammadiyah Kepri Apresiasi Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Kasus Blackout Batam

PLN Batam, kata dia, perlu melakukan evaluasi total terhadap keandalan infrastruktur dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Evaluasi tersebut harus mencakup aspek teknis, pemeliharaan berkala, pengawasan operasional, serta mekanisme pencegahan dan penanganan gangguan. Hasil evaluasi juga perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret, bukan sekadar menjadi catatan internal setelah peristiwa berlalu.

“Kami meminta PLN melakukan evaluasi total dan mengambil langkah lebih serius untuk memperkuat sistem kelistrikan. Upaya pencegahan harus benar-benar diperhatikan agar kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat Batam tidak kembali dirugikan,” kata Arifuddin, yang juga menjabat Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Internasional Muhammadiyah Batam.

Bacaan Lainnya

Bagi Arifuddin, keandalan listrik merupakan bagian penting dari pelayanan publik. Masyarakat membutuhkan kepastian pasokan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, sedangkan pelaku usaha memerlukan sistem energi yang stabil untuk menjaga kelangsungan operasional.

Di sisi lain, Batam juga membutuhkan infrastruktur yang andal agar tetap kompetitif sebagai kota industri dan tujuan investasi. Gangguan besar yang berulang berpotensi memengaruhi persepsi terhadap kesiapan infrastruktur daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, ia berharap evaluasi PLN dapat menghasilkan peningkatan kualitas layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat dan dunia usaha.

Kritik Publik Harus Melahirkan Solusi

Di tengah polemik blackout, Arifuddin juga mengajak masyarakat tetap tenang dan menyikapi persoalan secara bijak. Ia menilai kritik publik merupakan bagian penting dalam mendorong perbaikan pelayanan, terutama ketika persoalan yang terjadi menyangkut kepentingan orang banyak.

Pos terkait