Merawat Jejak Para Perintis, Kawan Lama Batam Bersiap Menyongsong Generasi Baru

Keanggotaan Kalam memang unik. Di dalamnya terdapat pengusaha, akademisi, politisi, mantan pejabat BP Batam dan Pemerintah Kota Batam, hingga tokoh masyarakat. Keberagaman latar belakang tersebut menjadi kekuatan utama organisasi karena menghadirkan jejaring luas yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Namun, perjalanan organisasi tidak selalu mulus. Pandemi Covid-19 membuat berbagai agenda tertunda dan aktivitas organisasi berjalan kurang optimal. Sejumlah pengurus pun tidak lagi aktif sehingga diperlukan langkah restrukturisasi agar Kalam kembali bergerak lebih dinamis.

Dalam rapat tersebut, para pendiri dan pengurus sepakat memperpanjang masa bakti kepengurusan sekaligus memberikan mandat kepada Ketua Umum untuk menyusun kembali struktur organisasi periode 2026–2030. Langkah ini diharapkan menjadi awal kebangkitan Kalam sebagai organisasi yang lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Bacaan Lainnya

Di balik restrukturisasi itu, Kalam menyadari bahwa modal terbesar yang dimilikinya bukanlah gedung atau aset, melainkan modal sosial. Ikatan emosional para anggota yang telah bersama membangun Batam selama puluhan tahun menjadi fondasi kuat dalam menjaga solidaritas organisasi. Dengan pengalaman yang dimiliki para anggotanya, Kalam juga dinilai memiliki kapasitas menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan, melestarikan sejarah Batam, hingga mendorong pembangunan masyarakat.

Ketua Umum Kalam, Hermanto M. Noor, menegaskan bahwa amanah memimpin organisasi merupakan tanggung jawab besar yang hanya dapat dijalankan melalui kebersamaan seluruh anggota.

Pos terkait