Indikator lainnya terlihat dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober 2026 yang meningkat menjadi 53,77 dari 51,9 pada bulan sebelumnya. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur September 2026 juga berada di level 52,1.
Kedua indikator tersebut berada di atas ambang batas 50 yang menunjukkan aktivitas industri masih berada dalam fase ekspansi.
“Industri kita saat ini tidak mengalami kontraksi, tetapi justru sebenarnya mengalami ekspansi,” tegasnya.
Pasar Domestik Jadi Penopang Industri
Sarmuji menilai besarnya pasar domestik menjadi salah satu kekuatan utama industri Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Dengan jumlah penduduk mencapai 287,2 juta jiwa dan konsumsi rumah tangga pada 2025 sebesar Rp12.834,8 triliun, Indonesia memiliki potensi permintaan yang besar bagi produk manufaktur.
Dalam paparannya, sekitar 78,39 persen produk manufaktur nasional diserap pasar domestik.
Karena itu, pemerintah mendorong penguatan penggunaan produk dalam negeri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan substitusi impor.
Berdasarkan simulasi BPS yang disampaikan Menperin, setiap Rp1 belanja produk dalam negeri berpotensi memberikan dampak ekonomi sebesar Rp2,2.
