Menjaga Hoki di Hari Baru, Pantangan Imlek yang Masih Dijaga hingga Kini

Jangan Sarapan Bubur di Hari Pertama
Bubur nasi putih secara tradisional dikaitkan dengan kemiskinan. Untuk menyambut Imlek, keluarga memilih menu bermakna simbolis seperti pangsit (lambang kekayaan), ikan (kelimpahan), dan kue keranjang atau niangao yang melambangkan peningkatan rezeki.

Tunda Potong Rambut
Kata “rambut” terdengar sama dengan kata “makmur” dalam bahasa Mandarin. Karena itu, memotong rambut di hari-hari awal Imlek dipercaya dapat memutus keberuntungan. Banyak orang menunggu hingga hari kelima atau beberapa minggu setelahnya.

Jauhi Rumah Sakit, Pertengkaran, dan Tangisan
Rumah sakit, pemakaman, pertengkaran, hingga air mata dianggap membawa energi negatif. Keluarga biasanya berusaha keras menjaga suasana tetap harmonis. Jika terjadi konflik kecil, segera diselesaikan dengan permintaan maaf dan kata-kata baik.

Bacaan Lainnya

Jangan Mencuci Rambut atau Pakaian di Hari Pertama
Air dipercaya dapat “menghanyutkan” hoki. Karena itu, mencuci rambut atau pakaian pada hari pertama—bahkan hingga hari kedua—sering dihindari. Aktivitas ini baru dilakukan setelah beberapa hari perayaan berlalu.
Di balik semua pantangan tersebut, tersimpan pesan sederhana: memulai tahun dengan pikiran positif, hubungan yang harmonis, serta harapan baik bagi diri sendiri dan orang-orang tercinta.
Imlek pun menjadi lebih dari sekadar perayaan—ia adalah pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan hidup, menghormati tradisi, dan menanam optimisme sejak hari pertama tahun baru. (CNN/IMAN)

Pos terkait