IDNNEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kepulauan Riau, Moh. Bisri, menyoroti masih rendahnya tingkat literasi masyarakat di daerah tersebut.
Meski Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri berada di peringkat tiga nasional, kondisi itu belum berbanding lurus dengan capaian pembangunan literasi masyarakat (PLM).
Menurut Bisri, secara nasional indikator literasi tidak mengenal kategori tinggi atau sedang. “Yang ada hanya rendah dan sangat rendah. Dan posisi kita masih di kategori rendah, ini yang harus kita dorong bersama,” ujarnya saat ditemui KE Groups pada Kamis (4/6/2026) pagi.
Ia menjelaskan, salah satu langkah utama untuk meningkatkan literasi adalah dengan memperkuat fungsi perpustakaan, baik dari sisi sarana maupun pemanfaatannya.
Tidak hanya menambah jumlah buku, tetapi juga meningkatkan minat masyarakat untuk mengakses dan membaca.
“Masalah kita bukan hanya di koleksi, tapi juga pemanfaatan. Perpustakaan harus hidup, digunakan oleh masyarakat. Kalau di sekolah, berarti oleh siswa dan guru. Kalau di desa, ya oleh masyarakat desa,” jelasnya.
