Lonjakan jumlah wisatawan juga berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi daerah. Sepanjang tahun 2025, total pengeluaran wisatawan di Kepri mencapai Rp22.635.884.303.009 atau sekitar Rp22,6 triliun. Angka tersebut memperlihatkan kontribusi besar sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah sekaligus penyumbang devisa negara.
Memasuki tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kunjungan wisman hingga 2,7 juta orang. Target ini didukung berbagai strategi, mulai dari penguatan promosi destinasi, peningkatan kualitas layanan pariwisata, hingga penyelenggaraan event berskala nasional dan internasional.
Salah satu agenda besar yang akan digelar adalah penyelenggaraan program nasional pariwisata kebugaran oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang dipusatkan di Pulau Bintan, termasuk kawasan Tanjungpinang dan Batam.
Selain itu, sejumlah event budaya dan pariwisata unggulan juga disiapkan untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara maupun domestik.
Dengan tren pertumbuhan yang kuat, sektor pariwisata Kepri diproyeksikan terus berkembang dan menjadi tulang punggung perekonomian daerah, sekaligus memperkuat posisi wilayah ini sebagai salah satu gerbang utama pariwisata Indonesia di kawasan perbatasan.(**)










