Fasilitas pendukung seperti toilet, eskalator, lift, serta pengaturan jarak berjalan juga disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Skema pelayanan yang sama juga diterapkan saat kepulangan jemaah haji nantinya.
PT BIB juga mengalokasikan ruang tunggu A9 secara khusus untuk penerbangan haji selama musim haji berlangsung. Pengaturan parking stand pesawat turut disiapkan agar tidak mengganggu operasional penerbangan reguler.
Penerbangan feeder dari berbagai daerah seperti Pekanbaru dan Pangkalpinang dijadwalkan secara terpisah guna menjaga kelancaran arus penumpang.
“Kami sudah mengatur jadwal dan fasilitas sehingga penerbangan haji tetap berjalan lancar tanpa mengganggu penerbangan reguler,” jelas Anton.
Kesiapan layanan haji ini turut memperkuat peran Bandara Hang Nadim sebagai hub penerbangan internasional dan domestik di kawasan barat Indonesia. Aktivitas penerbangan tambahan selama musim haji diperkirakan memberi efek berganda bagi sektor transportasi, logistik, dan layanan pendukung di Batam.
Dengan kesiapan infrastruktur dan manajemen operasional yang matang, Bandara Hang Nadim optimistis dapat memberikan layanan haji yang aman, nyaman, dan efisien sepanjang musim haji 1447 Hijriah. (Iman)
