Program ini menjadi strategi untuk mendorong pelaku usaha memanfaatkan layanan logistik resmi, terutama di tengah meningkatnya permintaan rendang menjelang hari raya. Dengan tarif yang lebih kompetitif, UMKM diharapkan dapat menekan biaya distribusi sekaligus meningkatkan volume penjualan.
Untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan, rendang yang dikirim wajib dikemas menggunakan plastik vakum kedap udara guna mencegah pertumbuhan bakteri. Produk yang telah dikemas kemudian dimasukkan ke dalam styrofoam atau kardus kokoh agar terlindungi dari benturan serta membantu menjaga stabilitas suhu selama perjalanan. Selain itu, paket makanan diberi label khusus sehingga diprioritaskan dalam proses sortir dan tidak tertumpuk dengan paket non-makanan.
“Pos Indonesia menyediakan layanan ekspres maupun reguler untuk pengiriman rendang dari Sumatera Barat ke Jabodetabek, dengan estimasi waktu 1–2 hari. Layanan ini memastikan paket sampai tepat waktu, sehingga kualitas dan kesegaran rendang tetap terjaga. Opsi ekspres juga tersedia bagi konsumen yang membutuhkan pengiriman lebih cepat, terutama saat momen mendesak seperti hari besar atau perayaan khusus,” tambah Giri.
Sejak program pengiriman khusus berjalan, volume pengiriman rendang tercatat meningkat terutama pada momen Ramadhan, Idul Fitri, dan puncaknya saat Hari Raya Idul Adha. Tren ini menunjukkan bahwa kebutuhan rendang di Jabodetabek meningkat signifikan pada hari-hari besar, sekaligus menegaskan pentingnya layanan logistik yang cepat dan aman bagi pelaku UMKM di Sumatera Barat.
Pos Indonesia menargetkan peningkatan jumlah UMKM mitra dan volume pengiriman rendang dalam satu hingga dua tahun ke depan. Target ini menunjukkan potensi pertumbuhan program yang signifikan, sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar kuliner Sumatera Barat di Jabodetabek. “Dengan rencana pengembangan ini, Pos Indonesia berharap UMKM kuliner dapat “naik kelas” melalui akses distribusi yang lebih efisien dan profesional,” tutup Giri.(***)
