Angka tersebut menunjukkan bahwa terminal ini mulai menjadi salah satu pilihan utama jalur perjalanan laut bagi wisatawan internasional.
Namun demikian, pada momen bulan suci Ramadan tahun ini, jumlah kunjungan wisman mengalami penurunan yang cukup signifikan. Saat ini rata-rata pergerakan wisatawan melalui terminal tersebut hanya berkisar sekitar 200 orang per hari.
Rusli menjelaskan bahwa penurunan tersebut merupakan kondisi musiman yang lazim terjadi setiap tahun selama Ramadan, ketika aktivitas perjalanan wisata cenderung berkurang.
“Biasanya memang ada penurunan selama Ramadan. Namun setelah Lebaran atau memasuki musim liburan, jumlah wisatawan biasanya kembali meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, wisatawan asing yang memanfaatkan layanan terminal ini masih didominasi oleh warga negara Singapura dan Malaysia, mengingat kedekatan geografis serta kemudahan akses transportasi laut menuju Batam.
Dengan potensi kunjungan yang mampu menembus lebih dari seribu orang per hari pada periode normal, Gold Coast Bengkong dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Batam sekaligus mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor seperti perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pusat perbelanjaan.
Manajemen terminal pun optimistis, dengan peningkatan fasilitas dan pelayanan yang terus dilakukan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui Gold Coast Bengkong akan terus bertumbuh dan memperkuat posisi Batam sebagai destinasi wisata favorit di kawasan perbatasan.(Iman Suryanto)
