Krisis Energi Global ‘Meledak’, Batam Diuji: Tanpa Kepastian, Investor Bisa Angkat Kaki

Ketua Forum Masyarakat Peduli Batam Maju (FMPBM), Osman Hasyim
Ketua Forum Masyarakat Peduli Batam Maju (FMPBM), Osman Hasyim

“Kenaikan harga energi selalu menjadi faktor utama yang memicu tekanan inflasi dan menekan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Penurunan pasokan energi global telah memicu krisis di sejumlah kawasan. Negara-negara di Asia dan Eropa mengalami kenaikan harga energi secara serentak, bahkan beberapa negara menetapkan status darurat energi guna menjaga stabilitas pasokan nasional.

Ketidakpastian yang berkepanjangan meningkatkan volatilitas pasar dan menimbulkan kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Dunia kini menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi, stabilitas fiskal, dan daya beli masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Ketika energi menjadi mahal, semua sektor terdampak. Industri menahan ekspansi, konsumsi masyarakat menurun, dan pada akhirnya pertumbuhan ekonomi global ikut tertekan,” jelas Osman.

Di tengah situasi global yang tidak menentu, arus investasi internasional ikut terdampak. Sejumlah pelaku usaha menilai investor kini lebih berhati-hati dan cenderung mengambil sikap wait and see sebelum menanamkan modalnya.

Ketidakpastian geopolitik membuat investor memprioritaskan negara dengan stabilitas regulasi, kepastian hukum, dan kebijakan yang pro-bisnis. Dalam kondisi seperti ini, daya saing kawasan investasi menjadi faktor krusial.

Osman menegaskan bahwa momentum ketidakpastian global seharusnya menjadi peringatan bagi daerah-daerah yang mengandalkan investasi, termasuk Batam. Ia menilai kepastian hukum bagi investor harus menjadi prioritas utama agar Batam tetap kompetitif di tengah persaingan global.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah aturan dan kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada investor dan berpotensi merugikan dunia usaha, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.

“Investor membutuhkan kepastian dan stabilitas regulasi. Jika aturan sering berubah atau tidak memberikan kepastian hukum, investor akan memilih negara atau daerah lain yang lebih kondusif,” tegasnya.

Pos terkait