Kredit UMKM Karimun Tumbuh 11,70 Persen, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

IDNNEWS.CO.ID, KARIMUN — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau bersama Pemerintah Kabupaten Karimun memperkuat sinergi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan dan pembiayaan sektor jasa keuangan.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Komitmen itu mengemuka dalam rapat koordinasi TPAKD Kabupaten Karimun yang dipimpin Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya bersama Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah di Kantor Bupati Karimun, Senin (21/9/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam rapat tersebut, OJK menyampaikan perkembangan kinerja sektor perbankan di Kabupaten Karimun yang menunjukkan pertumbuhan positif hingga Juli 2026.

Total aset bank umum di Kabupaten Karimun tercatat sebesar Rp7,92 triliun, tumbuh 11,48% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 3,88% yoy menjadi Rp3,74 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit bank umum tumbuh 5,62% yoy menjadi Rp4,73 triliun, dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,36%.

Dari sisi penyaluran, kredit konsumsi masih mendominasi dengan nilai Rp2,23 triliun, meski pertumbuhannya tercatat 2,10% yoy.

Sementara itu, kredit investasi menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni 20,57% yoy menjadi Rp1,58 triliun.

Kredit UMKM Karimun Tumbuh 11,70%

Penyaluran kredit kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga mencatat pertumbuhan positif.

Per Juli 2026, kredit UMKM yang disalurkan bank umum di Kabupaten Karimun mencapai Rp1,63 triliun, atau tumbuh 11,70% yoy.

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit UMKM secara nasional yang tercatat sebesar 1,62% yoy.

Dari sisi kualitas kredit, NPL UMKM di Kabupaten Karimun berada pada level 1,60%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan NPL kredit UMKM secara nasional yang berada di level 4,54%.

Data tersebut menunjukkan pertumbuhan penyaluran kredit UMKM di Karimun tetap disertai dengan pengelolaan kualitas kredit.

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya mengatakan perkembangan tersebut perlu diikuti dengan penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan seluruh anggota TPAKD.

Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar akses pembiayaan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha di Kabupaten Karimun.

Dorong Inklusi Keuangan Lewat Gema Kepri Menabung

Selain memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, TPAKD Kabupaten Karimun juga terus mendorong peningkatan inklusi keuangan masyarakat melalui edukasi dan pembukaan akses layanan keuangan, termasuk bagi kalangan pelajar.

Sepanjang Agustus 2026, industri perbankan di Kabupaten Karimun telah melaksanakan 10 kegiatan Generasi Muda Kepulauan Riau Menabung (Gema Kepri Menabung).

Kegiatan tersebut menghasilkan pembukaan 270 rekening baru dengan total saldo awal mencapai Rp27,5 juta.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan layanan dan produk keuangan formal kepada generasi muda sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak dini.

OJK bersama TPAKD akan terus mendorong penguatan program edukasi dan inklusi keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

Sinar mengatakan penguatan akses keuangan perlu berjalan beriringan dengan edukasi dan perlindungan konsumen agar masyarakat dapat memanfaatkan produk dan layanan sektor jasa keuangan secara bijak serta sesuai kebutuhan.

“OJK berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Karimun dan seluruh anggota TPAKD untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan literasi masyarakat, serta mendorong kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karimun,” kata Sinar.

Melalui sinergi TPAKD, OJK dan Pemerintah Kabupaten Karimun akan terus mengembangkan berbagai program untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, meningkatkan inklusi keuangan, serta memperkuat perlindungan konsumen.

Dengan langkah tersebut, manfaat sektor jasa keuangan diharapkan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Karimun.

Pos terkait