Keberadaan kawasan industri juga memiliki efek berganda terhadap perekonomian, antara lain melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok domestik, peningkatan aktivitas usaha, serta mendorong pertumbuhan ekspor produk manufaktur.
Di tengah persaingan menarik investasi global, pengembangan kawasan industri yang modern, efisien, dan berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya tarik Indonesia di mata investor.
Karena itu, perjuangan HKI dalam mendorong kepastian regulasi, penyediaan infrastruktur, serta kemudahan investasi dinilai memiliki peran penting dalam menjaga momentum pertumbuhan sektor industri nasional.
Selain Akhmad Ma’ruf Maulana, empat ketua umum asosiasi industri nasional lainnya juga memperoleh predikat Tokoh Industri 2026.
Mereka adalah Edy Suyanto, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), yang dinilai berhasil mendorong industri keramik nasional masuk dalam jajaran 10 besar dunia.
Kemudian Putu Juli Ardika, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), atas kontribusinya dalam transformasi industri otomotif dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Selanjutnya Abdul Sobur, Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), yang dinilai berhasil memperkuat daya saing produk mebel dan kerajinan Indonesia di pasar internasional.
Sementara Adhi S. Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), diapresiasi atas kontribusinya dalam memperkuat industri makanan dan minuman sebagai salah satu sektor penting industri pengolahan nasional.
