Kepri Punya Segalanya, Tapi Belum Tergarap: Catatan Surya Wijaya Menjelang 2026

Surya Wijaya, Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (Aspabri) sekaligus Direktur Eksekutif Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepri.
Surya Wijaya, Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (Aspabri) sekaligus Direktur Eksekutif Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepri.

Kepri — yang letaknya hanya sepelemparan batu dari kedua negara itu — seharusnya bisa memanfaatkan momentum ini, bukan justru tertinggal.

Menurut Surya, kunci utama kebangkitan pariwisata Kepri terletak pada kolaborasi. Bukan sekadar koordinasi biasa, tapi kerja bersama yang konkret antara provinsi dan tujuh kabupaten/kota.

“Begitu kami berharap pemerintah lebih aware dan lebih berkolaborasi bersama tujuh kabupaten dan kota,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Kolaborasi itu harus mencakup pembangunan akses dan transportasi antarpulau; standardisasi layanan pariwisata dan pelaku industri lokal ; penguatan storytelling destinasi sebagai identitas bahari Nusantara ; hingga kampanye regional yang menampilkan Kepri sebagai pintu gerbang wisata Indonesia di Perbatasan.

Jika tujuh daerah bergerak dalam satu irama, Surya yakin Kepri bisa menyusun ulang peta destinasi yang lebih berkelas dan berdaya saing internasional.

Surya pun menutup catatannya dengan sebuah harapan sederhana namun besar. “Semoga wisata di Kepri, susun destinasi kita jadi lebih baik.”

Harapan itu bukan mimpi. Kepri punya segalanya: laut yang memukau, budaya yang unik, kedekatan geografis dengan pasar wisata terbesar di kawasan, dan SDM yang siap tumbuh bersama industri. Yang dibutuhkan kini hanyalah keberanian untuk berbenah dan bekerja sama.

Ketika 2026 tiba, Kepri punya peluang besar untuk tampil bukan hanya sebagai alternatif liburan akhir pekan, tetapi sebagai ikon wisata bahari kelas dunia. Modalnya sudah ada — tinggal bagaimana semua pihak menggarapnya dengan kesungguhan.

Dan seperti seorang nakhoda yang mengingatkan awak kapal sebelum memasuki samudra baru, Surya Wijaya telah menyuarakan arah. Tinggal bagaimana kita bersama mengambil alih kemudi. (Iman Suryanto)

Pos terkait