Kepri Dorong UMKM Go Global, Buyer Myanmar Serius Gandeng Perajin Eco Print dan Busana Muslim

Pemprov Kepri masih memantau perkembangan proses business matching hingga agenda berakhir pada siang hari.

Perkuat Ekosistem UMKM Lintas Negara

Selain transaksi, Kepri International Business Forum 2026 juga diarahkan untuk membangun ekosistem kerja sama antarlembaga yang dapat memperkuat hubungan bisnis UMKM lintas negara.

Bacaan Lainnya

Riki menjelaskan, sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan dalam forum bukan merupakan kontrak transaksi jual beli. Kesepakatan tersebut lebih diarahkan pada kerja sama pengembangan dan penguatan kelembagaan yang menjadi penghubung antarpelaku usaha.

Menurut dia, UMKM membutuhkan lembaga yang dapat menjembatani hubungan dengan pelaku usaha dari negara lain, termasuk dalam hal pendampingan, akses pasar, hingga peluang kerja sama bisnis.

Di Kepri, fungsi tersebut salah satunya dijalankan melalui Inkubasi Bisnis Merah Putih, lembaga yang dibentuk melalui SK Gubernur Kepulauan Riau pada Maret 2025.

“Lembaga ini berjalan sangat efektif untuk membantu pengembangan UMKM sampai ke orientasi pasar ekspor, bahkan bekerja sama dengan mitra dari negara-negara yang hadir,” kata Riki.

Kepri International Business Forum 2026 sendiri mengangkat dua isu utama, yakni Halal World Forum dan Women Entrepreneur. Forum tersebut mempertemukan pelaku usaha, buyer, mitra bisnis, serta pemangku kepentingan dari sejumlah negara untuk memperluas konektivitas ekonomi dan peluang pasar bagi UMKM.

Dengan skema pendampingan, kurasi produk dan business matching, Pemprov Kepri menempatkan akses pasar sebagai salah satu fokus pengembangan UMKM, khususnya untuk mendorong produk lokal masuk ke pasar internasional.(iman)

Pos terkait