IDNNEWS.CO.ID, Jakarta – Ketua APINDO Batam, Rafky Rasyid, menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi berpotensi memberikan tekanan signifikan terhadap dunia usaha di Batam, terutama sektor industri yang bergantung pada BBM industri dan aktivitas logistik.
Rafky saat dikonfirmasi KE Groups pada Senin ((20/4/2026) pagi menjelaskan bahwa, dampak kenaikan tersebut akan terasa langsung pada biaya operasional perusahaan.
Menurutnya, lonjakan harga avtur yang terjadi sebelumnya kini diikuti kenaikan BBM non subsidi, sehingga biaya logistik diperkirakan ikut meningkat.
“Industri saat ini sudah menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya pokok produksi, terutama karena kelangkaan beberapa komponen sebagai dampak konflik global. Dengan naiknya BBM non subsidi, beban pengusaha akan semakin berat,” ujarnya.
Selain sektor industri, kenaikan BBM non subsidi juga diperkirakan berdampak pada harga kebutuhan pokok di Batam. Sebab, sebagian besar barang kebutuhan masyarakat masih didatangkan melalui transportasi laut dari daerah lain.
Rafky menyebutkan, meningkatnya biaya transportasi logistik akan mendorong kenaikan harga barang di tingkat konsumen. Kondisi ini dinilai perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menekan daya beli masyarakat.
