IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendorong penguatan koordinasi dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Tim Krisis Center untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di Kota Batam.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Kadin Provinsi Kepri dengan Tim Krisis Center yang dibentuk BP Batam, Jumat (16/10/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih efektif antara dunia usaha dan pengelola kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam.
Sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis di Indonesia, Batam memiliki posisi penting dalam pengembangan industri manufaktur, perdagangan, logistik, jasa, serta investasi internasional. Kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia menjadi keunggulan geografis yang mendukung aktivitas bisnis lintas negara.
Namun, dinamika usaha juga menghadirkan berbagai tantangan. Persoalan operasional perusahaan, perizinan, infrastruktur, ketenagakerjaan hingga rantai pasok membutuhkan penanganan yang cepat dan koordinasi lintas instansi.
Dalam konteks tersebut, keberadaan Tim Krisis Center BP Batam diharapkan menjadi saluran koordinasi untuk mengidentifikasi persoalan, memetakan kendala, serta mendorong penyelesaian masalah yang dihadapi perusahaan secara terstruktur dan terukur.
Ketua Kadin Provinsi Kepri, Mustava, menilai komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga iklim investasi serta keberlanjutan aktivitas industri di Batam.
