“Kalau masyarakat bisa menggunakan energi secara bijak dan berhemat, tentu itu jauh lebih baik. Energi ini adalah milik kita bersama,” katanya.
Pertamina Patra Niaga juga memastikan stok BBM di Kepulauan Riau dalam kondisi aman dengan cadangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Secara keseluruhan, tegas Bagus, stok BBM jenis Pertalite di wilayah Kepri mencapai sekitar 116 ribu kiloliter dengan ketahanan sekitar 26 hari. Sementara stok Pertamax tercatat sekitar 21 ribu kiloliter dengan ketahanan hingga 93 hari.
Meski demikian, Bagus menekankan bahwa kondisi stok BBM bersifat dinamis karena setiap hari terjadi distribusi dan pengisian ulang.
“Stok itu sifatnya dinamis. Misalnya hari ini berkurang karena penyaluran, tetapi beberapa hari kemudian sudah ada suplai baru yang masuk dari kapal. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.
Sebagai contoh, di Depot Kabil Batam, suplai Pertalite bisa mencapai sekitar 3.700 kiloliter dengan ketahanan beberapa hari sebelum kembali ditambah pengiriman baru yang bisa mencapai 6.000 kiloliter.(Iman Suryanto)
