Akses teknologi, mobilitas penduduk, serta tingkat literasi keuangan yang meningkat menjadi faktor pendorong utama.
Indra Novita menyampaikan bahwa mudahnya akses ke platform investasi digital membuat masyarakat semakin semangat memulai perjalanan finansial mereka.
Selain itu, aktivitas edukasi lewat Galeri Investasi, sekolah pasar modal, serta kolaborasi BEI dengan kampus, sekolah, dan komunitas investor turut mempercepat penetrasi pasar modal hingga ke kota-kota kecil di Kepri.
“Minat masyarakat Kepri sangat tinggi. Batam secara khusus menjadi magnet bagi para investor baru karena karakter masyarakatnya yang adaptif dan ekonominya yang bergerak cepat,” ujarnya dalam diskusi santai bersama awak media pada Sabtu (29/11/2025) lalu.
Dengan jumlah investor yang terus bertambah, Kepri diperkirakan akan menjadi salah satu pusat kekuatan baru dalam pertumbuhan pasar modal nasional.
Tren ini akan berlanjut seiring berkembangnya industri digital, meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi, serta dukungan aktif BEI di daerah.
Peningkatan lebih dari 17 ribu SID per bulan secara nasional, ditambah pertumbuhan stabil di Kepri, menjadi sinyal kuat bahwa pasar modal Indonesia semakin inklusif dan diminati berbagai kalangan. (Iman Suryanto)
