Investasi Batam Tembus Target, Infrastruktur dan Reformasi Regulasi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Menurutnya, indikator yang paling objektif untuk menilai daya tarik suatu daerah adalah keputusan investor untuk menanamkan modalnya.

“Ketika investasi terus tumbuh, baik dari dalam maupun luar negeri, itu berarti para pelaku usaha melihat peluang dan masa depan yang baik di Batam,” tambahnya.

Salah satu capaian yang paling menonjol adalah pertumbuhan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Pada tahun 2025, nilai PMDN mencapai Rp 18,43 triliun atau meningkat 125,86 persen dibandingkan tahu sebelumnya yang sebesar Rp 8,16 triliun.

Bacaan Lainnya

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa dunia usaha nasional semakin optimistis terhadap prospek ekonomi Batam.

Selain itu, kondisi tersebut juga menjadi sinyal bahwa pertumbuhan investasi Batam tidak hanya bergantung pada modal asing, tetapi juga mendapat dukungan kuat dari investor domestik.

Di sisi lain, Penanaman Modal Asing (PMA) juga menunjukkan kinerja yang solid. Nilai PMA sepanjang tahun 2025 mencapai Rp25,58 triliun atau tumbuh 47,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp17,30 triliun.

Singapura tercatat masih menjadi sumber investasi terbesar, diikuti oleh sejumlah negara mitra strategis lainnya yang terus memperluas aktivitas usahanya di Batam.

Momentum positif berlanjut pada Triwulan I Tahun 2026
Realisasi investasi Batam pada periode Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp17,4 triliun atau tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pos terkait