IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA — Influenza A kembali menjadi perhatian setelah proporsi hasil pemeriksaan positif virus tersebut di Indonesia meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, pada minggu ke-37 tahun 2026, proporsi influenza dalam surveilans infeksi saluran pernapasan seperti influenza (ILI) meningkat menjadi sekitar 59%, dari 54% pada minggu sebelumnya.
Pada periode tersebut, sebanyak 198 spesimen diperiksa. Hasilnya, 105 spesimen positif Influenza A(H1N1)pdm09 dan tujuh spesimen positif Influenza A(H3N2).
Kemenkes menyatakan tingkat aktivitas influenza secara keseluruhan masih berada pada kategori sedang dan sesuai dengan pola musiman influenza di Indonesia.
Meningkatnya proporsi hasil pemeriksaan positif tersebut tidak serta-merta menunjukkan terjadinya wabah maupun pandemi. Surveilans Kemenkes dilakukan untuk memantau tren penyakit, karakteristik virus, serta tingkat keparahan kasus.
Pemantauan dilakukan melalui fasilitas kesehatan sentinel yang terdiri atas puskesmas, rumah sakit, dan balai karantina kesehatan.
Anak-anak Dominasi Temuan Subclade K
Jika dilihat berdasarkan kelompok umur, temuan subclade K paling banyak berasal dari kelompok anak-anak.
Kelompok usia 0–4 tahun menyumbang 37% kasus, diikuti usia 5–9 tahun sebesar 23% dan usia 10–17 tahun sebesar 21%. Sementara itu, kelompok usia 18–59 tahun menyumbang 17% dan kelompok berusia lebih dari 60 tahun sebesar 2%.
Influenza A merupakan salah satu kelompok virus influenza yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Virus ini memiliki kemampuan mengalami perubahan genetik sehingga pemantauan terhadap jenis dan karakteristik virus yang beredar menjadi bagian penting dalam surveilans influenza.
Gejala influenza dapat muncul secara tiba-tiba. Keluhan yang umum antara lain demam atau menggigil, batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, sakit kepala, nyeri otot, tubuh terasa pegal, lemas, dan mudah lelah.
Pada anak-anak, infeksi influenza juga dapat disertai mual, muntah, atau diare. Gejala tidak selalu sama pada setiap orang sehingga kondisi tubuh secara keseluruhan perlu diperhatikan.
Bagi sebagian orang, influenza dapat ditangani tanpa perawatan di rumah sakit. Namun, pada kelompok tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi lebih berat atau memperburuk penyakit yang sudah ada.
Kelompok yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuh yang terganggu. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain pneumonia, bronkitis, dan faringitis.
