Inflasi Mei 2026 Diprediksi Menguat, Harga Pangan, BBM dan Pelemahan Rupiah Jadi Pemicu

Pandangan serupa disampaikan Ekonom Bank Danamon Indonesia, Hosianna Evalita Situmorang. Ia memperkirakan inflasi Mei 2026 secara bulanan mencapai 0,25 persen mtm dengan inflasi tahunan sekitar 3,05 persen yoy.

Sementara inflasi inti diperkirakan relatif stabil di kisaran 2,50 persen yoy.

Menurut Hosianna, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sumber utama kenaikan inflasi saat ini bukan berasal dari tingginya konsumsi masyarakat, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan harga komoditas global dan sektor energi.

Bacaan Lainnya

“Ini menunjukkan bahwa kenaikan inflasi masih lebih didorong oleh tekanan harga komoditas dan energi global dibandingkan lonjakan permintaan domestik,” ujarnya.

Analisis tersebut mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat sebenarnya belum mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan kata lain, tekanan inflasi yang terjadi saat ini lebih bersifat cost-push inflation atau inflasi akibat kenaikan biaya produksi dan distribusi.

Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi otoritas moneter karena ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi masyarakat masih relatif terbatas.

Sementara itu, Kepala Ekonom BCA, David Sumual, memperkirakan inflasi tahunan Mei 2026 berada di level 2,93 persen yoy dengan inflasi bulanan sekitar 0,13 persen mtm.

David menilai kenaikan inflasi tahunan tidak hanya dipicu oleh kenaikan harga saat ini, tetapi juga dipengaruhi efek basis rendah (low base effect) pada periode yang sama tahun lalu.

Pos terkait