“Sebagai platform, Sahabat AI terbuka dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja. Kami ingin menghadirkan teknologi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” kata Yose.
Hadir dalam bentuk aplikasi Android dan iOS, Sahabat AI dirancang untuk menurunkan hambatan adopsi teknologi kecerdasan artifisial di Tanah Air. Platform ini mengusung konsep multi-model dan multi-modal yang memungkinkan pengguna beralih secara mulus dari teks ke gambar, teks ke video, pencarian cerdas, bantuan coding, hingga analisis data dalam satu antarmuka terpadu.
Keunggulan lain yang menjadi pembeda adalah kemampuannya memahami dan merespons dalam bahasa daerah. Fitur ini dinilai strategis dalam memperluas inklusi digital, mengingat keberagaman linguistik masyarakat Indonesia yang sangat tinggi.
Secara ekonomi, peluncuran Sahabat AI juga diproyeksikan membuka peluang produktivitas baru bagi pelaku UMKM dan kreator digital. Dengan akses teknologi AI yang lebih terjangkau, pelaku usaha dapat meningkatkan efisiensi pemasaran, pengolahan konten, hingga analisis pasar tanpa investasi teknologi yang mahal.
Di sisi keamanan, Indosat turut memperkuat perlindungan pelanggan melalui fitur anti-scam berbasis AI yang terintegrasi pada layanan IM3 dan Tri. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi potensi penipuan digital secara otomatis dan memberikan peringatan dini kepada pengguna.
Perusahaan mencatat perlindungan berbasis AI tersebut mampu mencegah potensi kerugian finansial secara signifikan. Bahkan, 95 persen pengguna mengaku merasa lebih aman dan nyaman berkat fitur perlindungan digital tersebut.
