“Berbagi kepada orang yang membutuhkan itu penting. Ini juga menjadi kewajiban bagi kita yang diberi rezeki lebih. Semoga apa yang kita berikan ini bermanfaat bagi mereka yang merayakan Imlek,” katanya.
Setiap paket yang dibagikan berisi kebutuhan pokok dan simbol khas Imlek, seperti beras 5 kilogram, minuman kaleng, serta jeruk yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran. Meski sederhana, paket tersebut memiliki arti besar bagi penerimanya.
Bagi warga Kampung Bulang, kehadiran A Bun setiap tahun telah menjadi bagian dari tradisi Imlek itu sendiri. Bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan dan dihargai.
A Bun pun berharap, bantuan ini dapat membantu warga merayakan Imlek dengan lebih tenang dan penuh kebahagiaan bersama keluarga tercinta.
“Semoga warga bisa merayakan Imlek dengan lancar dan bahagia. Kita juga berharap, di Tahun Kuda Api ini, rezeki kita semua dilancarkan,” tutupnya.
Di tengah dinamika kehidupan yang terus bergerak, langkah kecil penuh kepedulian seperti yang dilakukan A Bun menjadi pengingat bahwa semangat Imlek sejatinya bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang berbagi, harapan, dan kemanusiaan.(***)
