Kerja sama Wiraraja Geseip dengan Tynergy Technology Group dan Essence Global merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) pada 18 Februari 2026 di Washington, D.C., Amerika Serikat. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Melalui kolaborasi ini, para pihak menargetkan pengembangan ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga produksi bernilai tambah tinggi.
Hilirisasi pasir silika menjadi salah satu fokus utama karena material tersebut memiliki peran strategis dalam berbagai sektor industri, termasuk manufaktur berteknologi tinggi.
Kerja sama juga mencakup pengembangan pabrik pintar berbasis AI serta penjajakan potensi industri semikonduktor dan baterai sodium-ion.
Makruf menjelaskan, pengembangan tersebut mengusung konsep rantai produksi terintegrasi dari hulu hingga hilir atau end-to-end.
“Investasi ini mengusung konsep industri terintegrasi dari hulu ke hilir, guna membangun rantai pasok industri teknologi tinggi berskala besar, yang selanjutnya akan dikembangkan melalui ekspansi ke Kawasan Industri Wiraraja Geseop, Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Galang,” katanya.
Pengembangan proyek ini diharapkan dapat memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat manufaktur dan investasi industri berteknologi tinggi di Indonesia.
