Di tingkat kota, seluruh usulan akan dipadukan dengan Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (Renja OPD), hasil reses DPRD, serta pokok-pokok pikiran DPRD. Sinergi tersebut diharapkan menghasilkan perencanaan pembangunan yang terukur, komprehensif, dan tepat sasaran.
Pada kesempatan itu, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam selama 11 bulan kepemimpinan bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 6,89 persen, menunjukkan tren positif pemulihan dan penguatan ekonomi daerah.
Realisasi investasi juga melampaui target, yakni mencapai Rp69,9 triliun atau 115 persen dari target Rp60 triliun. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam meningkat menjadi 83,8, yang mencerminkan kemajuan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Capaian ini menjadi indikator bahwa tata kelola pemerintahan kita berada di jalur yang tepat,” ujar Amsakar.
Selain itu, angka kemiskinan di Batam berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Penurunan tersebut turut mengantarkan Kota Batam meraih penghargaan nasional atas kinerja pengentasan kemiskinan.
Melalui Musrenbang Kecamatan Lubukbaja, Pemerintah Kota Batam berharap seluruh usulan masyarakat dapat disaring secara objektif dan dijadikan dasar penetapan prioritas pembangunan. Dengan demikian, arah pembangunan kota benar-benar berangkat dari kebutuhan warga serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (***)
