Gubernur BI Ungkap Alasan Pertahankan BI-Rate 5,75% di Tengah Gejolak Timur Tengah

“Pelonggaran makroprudensial terus kami perkuat. Kami menambah alokasi insentif likuiditas agar perbankan semakin leluasa menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas dan mendukung pendalaman pasar uang,” tutur Gubernur BI.

Penyaluran kredit perbankan sendiri mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 12,67% (year-on-year) pada Juni 2026, yang didorong oleh melonjaknya kredit investasi hingga 24,90%.

BI memproyeksikan pertumbuhan kredit secara keseluruhan pada tahun 2026 mampu mencapai kisaran 8–12%.

Bacaan Lainnya

Sinergi Menjaga Pertumbuhan Nasional

Di sisi lain, perkembangan ekonomi domestik diperkirakan tetap solid dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 4,9–5,7% pada 2026. Hal ini ditopang oleh tingginya konsumsi rumah tangga dan percepatan belanja Pemerintah.

Mengakhiri keterangannya, Perry menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk menjaga momentum perekonomian nasional.

“Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Koordinasi erat antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci untuk memitigasi rambatan risiko global, sekaligus mendorong program-program prioritas Pemerintah agar stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” pungkas Perry Warjiyo.(*)

Pos terkait