IDNNEWS.CO.ID, Batam – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengingatkan operator kapal ferry rute Batam–Singapura agar tidak menaikkan tarif perjalanan secara berlebihan dengan alasan kenaikan harga bahan bakar dunia.
Ansar menegaskan bahwa kenaikan tarif masih dapat dipahami apabila memang disebabkan oleh peningkatan biaya operasional yang tidak dapat dihindari. Namun demikian, operator diminta tetap menjaga agar besaran kenaikan tidak memberatkan masyarakat yang bergantung pada transportasi laut tersebut.
“Kalau memang mengharuskan naik dan tidak bisa dihindari, yang penting mereka bisa mengatur batas kenaikan itu. Jangan memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan besar,” kata Ansar saat ditemui di Batam, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan terlebih dahulu memeriksa informasi terkait kenaikan biaya perjalanan ferry tersebut sebelum menentukan langkah lanjutan.
“Saya coba cek dulu apa kira-kira pengaruhnya. Informasinya karena harga minyak dunia,” ujarnya.
Ansar menambahkan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan langsung untuk mengintervensi kebijakan tarif yang ditetapkan oleh operator ferry. Meski demikian, Pemprov Kepri tetap akan melakukan pengawasan agar kenaikan tarif berada dalam batas yang wajar.
Jika kebijakan tersebut terbukti berdampak signifikan terhadap masyarakat, pemerintah daerah akan memanggil para pelaku usaha ferry untuk membahas persoalan tersebut bersama.
“Nanti kita pastikan dulu. Kalau memang terjadi, kita panggil para pelaku usahanya seperti beberapa waktu lalu,” kata dia.
