Tony menilai kejadian ini harus menjadi pelajaran serius bagi penyelenggara, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), agar turnamen serupa ke depan disiapkan dengan standar yang lebih layak.
“Ini Piala Wali Kota, bukan pertandingan tingkat RT atau kecamatan. Harusnya lebih profesional,” tegasnya.
Kericuhan ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara olahraga di Batam, sekaligus pengingat bahwa euforia olahraga tanpa pengelolaan keamanan dan fasilitas yang memadai dapat berubah menjadi risiko keselamatan bagi penonton. (Iman Suryanto)
