Kondisi ini berpotensi memengaruhi mobilitas penumpang, distribusi logistik udara, serta konektivitas bisnis antara Batam dan sejumlah kota di Pulau Jawa maupun Sumatera.
Sebagai salah satu pintu gerbang transportasi udara utama di kawasan Kepulauan Riau, kelancaran operasional Bandara Internasional Batam memiliki peran penting terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi, khususnya perjalanan bisnis serta arus barang dan jasa.
Manajemen BIB mengimbau calon penumpang agar tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan yang telah tertera sebelumnya, tetapi secara aktif memantau perkembangan terbaru melalui kanal resmi masing-masing maskapai.
Penumpang juga dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui nomor 172 untuk memperoleh informasi terkini mengenai status operasional penerbangan.
Manajemen bandara menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan operasional tersebut.
Penumpang diminta memahami bahwa perubahan jadwal maupun penghentian sementara penerbangan merupakan bagian dari langkah keselamatan yang dilakukan menyusul kondisi alam dan perkembangan aktivitas vulkanik.
Operasional penerbangan selanjutnya akan disesuaikan dengan hasil pemantauan kondisi serta aspek keselamatan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dan wilayah terdampak.(iman)
