Ekspedisi tahun ini menempuh perjalanan laut sejauh 1.135 nautical mile dengan rute pelayaran dari Batam menuju sejumlah pulau terluar di Provinsi Kepulauan Riau, yakni Tarempa, Midai, Subi Besar, Tambelan, Singkep, sebelum kembali ke Batam.
Untuk mendukung distribusi tersebut, Bank Indonesia menyiapkan uang rupiah senilai sekitar Rp14 miliar yang akan dibawa selama ekspedisi berlangsung. Dana itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai berkualitas sekaligus menggantikan uang yang sudah tidak layak edar.
Rony juga menjelaskan, program ERB memiliki beberapa tujuan utama, mulai dari menarik uang yang sudah rusak di masyarakat, menyediakan uang layak edar, menjaga kecukupan persediaan uang tunai di wilayah sulit dijangkau, hingga memastikan kualitas fisik rupiah yang beredar tetap baik untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Keberadaan uang rupiah yang berkualitas dinilai sangat penting bagi daerah kepulauan, terutama untuk menjaga kelancaran transaksi ekonomi masyarakat di pulau-pulau yang akses layanan perbankannya masih terbatas,” tegasnya.
Di sisi lain, keberhasilan program ini tidak terlepas dari sinergi panjang antara Bank Indionesia dengan TNI AL yang telah terjalin sejak 2012.
