Ekspansi QRIS ke 8 Negara, Dorong Akselerasi Ekonomi Digital Nasional

Implementasi ini memungkinkan masyarakat Indonesia melakukan transaksi pembayaran ritel di luar negeri menggunakan aplikasi pembayaran domestik, tanpa perlu menukar mata uang secara fisik.

Adapun untuk India dan Arab Saudi, BI masih belum menetapkan target waktu implementasi secara spesifik. Namun demikian, Perry menegaskan bahwa komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan otoritas setempat terus dilakukan guna memastikan kesiapan infrastruktur dan regulasi yang sejalan.

Di dalam negeri, kinerja QRIS menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Hingga akhir 2025, jumlah pengguna QRIS telah mencapai sekitar 60 juta orang, dengan sekitar 45 juta di antaranya berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini mencerminkan peran penting QRIS dalam mendorong inklusi keuangan dan digitalisasi UMKM di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Dari sisi nilai transaksi, QRIS mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 139,99 persen pada akhir 2025. Nilai transaksi melonjak dari Rp 659,9 triliun menjadi Rp 1.486,8 triliun. Bank Indonesia menargetkan nilai transaksi QRIS terus meningkat signifikan, yakni mencapai Rp 3.110,6 triliun pada 2026 dan Rp 5.674,3 triliun pada 2027.

Perry menilai, ekspansi QRIS lintas negara tidak hanya akan memudahkan wisatawan dan pelaku usaha Indonesia di luar negeri, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM nasional untuk menjangkau pasar global melalui sistem pembayaran yang lebih sederhana dan efisien.

“Ini bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk memperkuat ekonomi digital nasional, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Perry.(iman)

Pos terkait