Stabilitas harga juga diyakini tetap terkendali, dengan inflasi diproyeksikan berada pada target 2,5 ± 1% (yoy) baik di 2025 maupun 2026. Sejumlah langkah strategis terus diperkuat, terutama pengendalian harga pangan dari hulu ke hilir dan peningkatan pasokan barang kebutuhan pokok.
“Penguatan koordinasi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kepri turut menjadi penopang utama menjaga inflasi tetap rendah dan stabil,” terangnya.
Untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tetap inklusif dan berkelanjutan, Bank Indonesia menyiapkan serangkaian program prioritas yang tersebar di berbagai bidang strategis.
Program-program ini ditujukan tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga memperkuat sektor riil, digitalisasi, hingga UMKM, antara lain;
1. Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga Pangan
Beberapa agenda utama yang akan dijalankan mencakup Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Program KURMA dan CERNIVAL untuk pemantauan harga dan distribusi, hingga Penguatan kerja sama antar-daerah (KAD) untuk menjamin pasokan komoditas strategis,
“Program ini diharapkan mampu mengantisipasi gejolak harga pangan, terutama saat momen permintaan naik seperti Ramadhan dan Idul Fitri,” tambahnya.
2. Penguatan Sistem Pembayaran dan Digitalisasi Daerah
Digitalisasi transaksi pemerintah daerah di Kepri terus diperluas melalui Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), Implementasi pembayaran digital di sektor transportasi, pariwisata, dan layanan publik dan Peningkatan adopsi QRIS bagi UMKM, pedagang pasar, dan pelaku usaha wisata.
3. Layanan Uang Layak Edar dan Edukasi Rupiah
BI Kepri memastikan ketersediaan uang layak edar sepanjang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk Semarak Rupiah Ramadhan (SERAMBI), Layanan kas keliling pesisir dan pulau terluar serta Kegiatan edukasi ciri keaslian uang bagi masyarakat dan pelajar.
