“Manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi Batam. Selain itu, pertumbuhan sektor listrik dan gas sebesar 11,90 persen serta sektor real estate yang mencapai 14,70 persen mencerminkan meningkatnya aktivitas industri dan pengembangan kawasan ekonomi di Batam,” jelasnya.
Pertumbuhan pada sektor listrik dan gas, lanjutnya, merupakan indikator meningkatnya kebutuhan energi oleh sektor industri, sementara pertumbuhan sektor properti menandakan ekspansi kawasan industri dan kawasan hunian bagi tenaga kerja.
Dengan tren pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat di setiap triwulan sepanjang 2025, Batam diproyeksikan tetap menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia.
Didukung oleh arus investasi yang terus menguat serta ekspansi sektor industri manufaktur, Batam diharapkan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan dan memperkuat posisinya sebagai kawasan industri dan perdagangan strategis di kawasan barat Indonesia pada tahun 2026. (***)
