BP Batam turut menjelaskan pembangunan ekosistem digital melalui pengembangan data center, jaringan kabel bawah laut, infrastruktur telekomunikasi, hingga peningkatan konektivitas yang didukung status Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB).
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak juga membahas sejumlah tantangan yang masih perlu diatasi untuk mempercepat pengembangan ekonomi digital.
Tantangan tersebut meliputi kebutuhan pasokan energi yang andal, ketersediaan sumber daya air, pengembangan talenta digital, serta penciptaan iklim investasi yang semakin kompetitif.
Seluruh aspek tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional, menjaga ketahanan infrastruktur strategis, sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam kompetisi ekonomi digital di kawasan.
Melalui audiensi ini, DPN menegaskan komitmennya untuk terus menghimpun masukan dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan strategis sebagai bahan penyusunan rekomendasi kebijakan kepada Presiden.
Sinergi antarlembaga diharapkan mampu mempercepat pembangunan Batam sebagai pusat ekonomi digital nasional, meningkatkan investasi, serta memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. (***)
