Kebijakan ini diharapkan berdampak langsung pada penurunan harga tiket pesawat, sehingga meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan minat perjalanan udara. Efek bergandanya pun diprediksi akan terasa pada sektor perhotelan, UMKM, hingga jasa transportasi darat di Batam.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi, mengungkapkan bahwa tingginya permintaan tiket pada periode puncak Lebaran mendorong maskapai untuk menambah frekuensi penerbangan.
“Sejumlah maskapai telah mengajukan rencana penambahan penerbangan atau extra flight. Garuda Indonesia mengajukan extra flight pada 17, 18, 19, dan 28 Maret 2026. Sementara Citilink berencana menambah penerbangan pada periode 13–28 Maret 2026 untuk rute Batam–Jakarta–Batam,” jelas Annangdalam keterangan resminya pada Senin (23/2/2026).
Tak hanya itu, khusus pada 19 Maret 2026, Citilink juga mengajukan extra flight untuk rute Batam–Surabaya–Batam. Annang menambahkan, tidak menutup kemungkinan maskapai lain, termasuk dari Lion Group, akan turut mengajukan extra flight seiring meningkatnya permintaan pasar.
Penambahan penerbangan ini dinilai strategis dalam menjaga kelancaran arus penumpang, sekaligus mendukung aktivitas bisnis dan kunjungan keluarga yang menjadi ciri khas pergerakan ekonomi saat Lebaran.
Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan, manajemen bandara juga akan membentuk Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas instansi guna memastikan seluruh fasilitas, operasional bandara, dan kesiapan personel gabungan berjalan maksimal.
“Tujuan utama posko terpadu adalah memastikan operasional bandara berjalan lancar dan respons cepat terhadap potensi lonjakan penumpang maupun situasi darurat,” tambah Annang.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Bandara Internasional Hang Nadim Batam optimistis mampu menjadi motor penggerak kelancaran Angkutan Lebaran 2026 sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Batam.
