Produk-produk tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomis, tetapi juga mencerminkan identitas lokal masyarakat pesisir. Dengan harga yang relatif terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp15.000 per unit, produk ini dinilai memiliki daya saing tinggi di pasar lokal.
Dari sisi penjualan, perkembangan UMKM binaan Rempang Eco City terbilang cukup menggembirakan. Hingga saat ini, Rosie menyebutkan penjualan produknya telah mencapai ratusan unit dan mulai didistribusikan ke berbagai wilayah di sekitar Batam.
“Sudah ratusan yang terjual dan mulai disebar ke beberapa tempat di Batam,” tambahnya.
Program SiTaskin Pesisir sendiri menjadi bagian dari upaya pemerintah dan berbagai pihak dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir, dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih juga diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis komunitas.
Melalui pembinaan UMKM, masyarakat pesisir tidak hanya didorong untuk mandiri secara ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan produk bernilai tambah dari potensi lokal yang selama ini belum tergarap maksimal.
