Dari Limbah ke Harapan: Ketika Cangkang Gonggong Menjadi Penyelamat Tanah Tembesi

Kini, PELITA Tembesi bukan lagi sekadar program tahunan, tetapi menjadi fondasi perubahan jangka panjang. Ia membuktikan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dapat memunculkan inovasi transformatif, yang menyentuh persoalan roots-level—lingkungan, ekonomi, hingga pemberdayaan perempuan.

Di tangan ibu-ibu Poklahsar, cangkang gonggong yang dulu hanya menjadi sampah kini berubah menjadi simbol ketahanan. Di lahan-lahan KWT, tanah yang dulu ditinggalkan kini kembali ditanami. Dan di tengah masyarakat Tembesi, optimisme baru tumbuh pelan-pelan, seteguh aroma serbuk gonggong yang mengering di bawah matahari pagi.

PELITA Tembesi hadir bukan untuk menggurui, tetapi untuk menyalakan lilin di tempat yang sebelumnya gelap. Dan dari Tembesi, cahaya itu perlahan menyebar—membawa pesan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari sesuatu yang kecil, bahkan dari sebutir cangkang gonggong yang terbuang. (***/sh)

Bacaan Lainnya

Pos terkait