Buruh Batam Rayakan May Day dengan Aksi Bersih dan Sinergi Pembangunan

Ia menegaskan, berbagai kebijakan pemerintah, termasuk penetapan Upah Minimum Kota (UMK), selalu ditempuh melalui pendekatan yang mengakomodasi kepentingan pekerja dan pengusaha. Menurutnya, penetapan UMK terakhir menjadi salah satu yang paling kondusif, termasuk keberhasilan menetapkan upah sektoral melalui dialog multipihak.

Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan selama kepemimpinannya bersama Li Claudia Chandra, di antaranya pertumbuhan ekonomi, peningkatan realisasi investasi, kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan besar, terutama tingginya arus migrasi ke Batam. Saat ini Batam masuk dalam lima besar kota dengan tingkat migrasi tertinggi di Indonesia bersama Bogor, Bekasi, Bandung, dan Tangerang.

Bacaan Lainnya

“Serapan tenaga kerja mencapai 63,4 persen. Namun tingginya arus masuk penduduk membuat angka pengangguran belum turun signifikan,” jelasnya.

Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak seluruh elemen buruh untuk terus menjaga kondusivitas daerah sekaligus mendukung iklim investasi.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kami mengucapkan Selamat Hari Buruh. Semoga May Day di Batam menjadi contoh nasional, di mana buruh mengedepankan kolaborasi dibanding aksi yang kontraproduktif,” tutupnya.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kepulauan Riau dan Kota Batam, pimpinan OPD, serta perwakilan serikat pekerja se-Kota Batam. (**)

Pos terkait