BPOM Siapkan 3 Strategi Perkuat Uji Klinik Indonesia di Kancah Global

Ekosistem Uji Klinik Perlu Diperkuat

Taruna menilai pembangunan ekosistem uji klinik yang berkelanjutan membutuhkan dukungan berbagai elemen.

Indonesia membutuhkan pusat uji klinik dan Clinical Research Unit (CRU) yang kuat, peneliti yang kompeten dan berpengalaman, regulasi adaptif berbasis risiko, tata kelola dan etika penelitian yang kokoh, serta kemitraan lintas sektor.

Transformasi ekosistem uji klinik Indonesia ke depan, kata Taruna, harus diarahkan pada sistem yang terintegrasi, digital, responsif, berbasis risiko, dan selaras dengan standar internasional.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, percepatan inovasi tidak boleh mengesampingkan perlindungan pasien dan peserta penelitian.

“Pada akhirnya, uji klinik adalah tentang manusia. Tentang pasien dan peserta penelitian yang memberikan waktu, kepercayaan, dan harapan mereka untuk hadirnya terapi serta solusi kesehatan yang lebih baik,” tegas Taruna.

Karena itu, kemajuan uji klinik tidak dapat dibangun hanya oleh BPOM atau satu institusi. Pemerintah, regulator, akademisi, peneliti, fasilitas pelayanan kesehatan, industri, dan masyarakat perlu bergerak dalam satu ekosistem yang saling memperkuat.

“Ketika regulasi, ilmu pengetahuan, industri, pelayanan kesehatan, dan masyarakat bergerak dalam arah yang sama, kita tidak sekadar memfasilitasi uji klinik. Kita mempercepat perjalanan dari penemuan ilmiah menuju bukti, dari bukti menuju inovasi, dan dari inovasi menuju kesehatan masyarakat yang lebih baik,” pungkas Taruna.

SUMBER: DETIK

Pos terkait