BP Batam: Terminal Internasional Catat Pertumbuhan 30 Persen Penumpang Berangkat Selama Nataru

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menyampaikan bahwa dominasi pergerakan penumpang pada rute internasional selama Periode Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026 dipengaruhi oleh jarak waktu yang relatif berdekatan dengan pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026.

“Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk menunda aktivitas mudik dan memilih untuk melaksanakannya pada periode Angkutan Lebaran 2026. Hal ini menyebabkan pergerakan penumpang domestik pada momen Nataru relatif lebih terkendali,” ujar Benny dalam keterangan resminya, Rabu (31/12/2025).

Meski demikian, Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, imbuh Benny terus memastikan kelancaran arus penumpang di Periode Angkutan Laut Nataru 2026 dengan mengoordinasikan para agen pelayaran untuk melakukan penambahan armada kapal, baik domestik maupun internasional, guna mengantisipasi potensi lonjakan arus penumpang.

Bacaan Lainnya

Selain itu, BP Batam juga menyiapkan Posko Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di terminal ferry domestik dan internasional sebagai pusat koordinasi lintas instansi.

Seluruh sistem CCTV pelabuhan di wilayah kerja BP Batam juga telah terintegrasi dengan Pusat Informasi Transportasi (PUSINTRANS) Kementerian Perhubungan guna mendukung pemantauan dan pengendalian arus penumpang secara real time selama periode Nataru.

“Peningkatan arus penumpang selama Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 terjadi pada tanggal 25 Desember 2025 dan kami prediksikan juga terjadi pada 4 Januari 2026. Meski demikian lonjakan penumpang ini dapat kami kelola dengan baik melalui koordinasi lintas instansi, kesiapan armada, serta penerapan digitalisasi e-ticketing sehingga arus penumpang tetap berjalan aman dan lancar,” tambah Benny.

Sementara itu, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa BP Batam akan terus melakukan evaluasi secara berkelanjutan hingga berakhirnya periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sebagai bagian dari komitmen dalam memastikan pelayanan publik yang optimal dan berkelanjutan.

“Evaluasi selama periode Nataru ini menjadi dasar bagi kami untuk memperkuat kesiapan menghadapi Angkutan Lebaran 2026, baik dari sisi infrastruktur, kesiapan layanan, maupun sistem pendukung operasional. Dengan persiapan yang lebih matang, kami berharap pelayanan kepelabuhanan ke depan dapat berjalan lebih optimal, aman, dan terkendali,” ujar Amsakar. (***)

===

15.000 Huntara Siap Huni, TelkomGroup Tegaskan Komitmen Pulihkan Jaringan di Aceh

KABAREKONOMI.CO.ID, Aceh Tamiang – Di momentum awal tahun 2026, Presiden Republik Indonesia bersama jajaran Manajemen Danantara serta Pimpinan BUMN meninjau secara langsung Hunian Danantara (Huntara) kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang pada Kamis (1/1).

Dalam kesempatan ini juga turut hadir secara langsung Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Dian Siswarini beserta jajaran TelkomGroup. Momentum ini menegaskan komitmen kuat negara dan BUMN dalam mempercepat pemulihan pascabencana melalui kolaborasi strategis lintas sektor.

Sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif Pemerintah melalui Danantara dalam penyediaan Huntara sebagai proyek strategis Sinergi BUMN, TelkomGroup turut berperan menghadirkan konektivitas jaringan telekomunikasi yang andal di kawasan Huntara, khususnya di wilayah Aceh Tamiang.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang layak dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman.

“Program Hunian Danantara merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan saudara-saudara yang tertimpa bencana dapat tinggal secara layak. Fasilitas di dalamnya termasuk dengan WiFi gratis agar masyarakat tetap terhubung, memperoleh informasi, serta mempermudah koordinasi bantuan selama masa pemulihan,” ujar Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria.

Sejalan, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan “Melalui sinergi Danantara dan BUMN, TelkomGroup berkomitmen mendukung penyediaan Huntara bagi masyarakat terdampak bencana melalui ketersediaan konektivitas digital yang andal.

Sinergi lintas BUMN ini memungkinkan koordinasi yang lebih cepat dan terintegrasi, sehingga manfaatnya menjadi lebih besar dan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.”

Hingga tiga bulan ke depan, ditargetkan sebanyak 15.000 unit Huntara yang tersebar di 3 provinsi terdampak siap untuk dihuni. TelkomGroup berkomitmen mendukung layanan telekomunikasi digital di seluruh kawasan tersebut seiring dengan berjalannya pembangunan agar masyarakat tetap dapat terhubung, memperoleh akses informasi, serta menjaga komunikasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar selama masa pemulihan pascabencana.

Untuk mendukung operasional dan aktivitas masyarakat di kawasan Huntara, TelkomGroup telah menyiapkan infrastruktur konektivitas secara bertahap. Pada tahap awal, TelkomGroup menyediakan 28 Access Point (AP) WiFi yang terdiri dari 3 AP di area depan Huntara dan 25 AP di dalam area hunian dengan rasio setiap 1 AP menjangkau sebanyak 3 rumah.

Selain itu, TelkomGroup juga mengimplementasikan model percobaan 1 Access Point WiFi Managed Service (WMS) berkapasitas 100 Mbps untuk mendukung kebutuhan operasional yang berlokasi di Posko TelkomGroup Huntara. Ke depannya, TelkomGroup akan menghadirkan total 63 AP WMS yang tersebar di seluruh area Huntara guna memastikan konektivitas yang andal dan merata.

Untuk kesiapan layanan seluler, Telkomsel telah memastikan kapasitas jaringan yang memadai melalui dukungan Base Transceiver Station (BTS) dari wilayah Karang Baru dan Aceh Tamiang, serta pengoperasian 1 Mobile BTS (Combat) yang ditempatkan langsung di area Huntara guna meningkatkan kapasitas jaringan.

Sementara itu, infrastruktur jaringan optik, sarana pendukung operasional, serta keterlibatan relawan BUMN Peduli TelkomGroup juga telah disiagakan guna mendukung keberlangsungan layanan di kawasan tersebut.

TelkomGroup terus membuktikan komitmennya dalam melayani sepenuh hati untuk pelanggan dan masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. Untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat di Huntara, Telkom melalui PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) juga menghadirkan kemudahan akses internet, termasuk paket khusus layanan internet berbasis satelit dengan teknologi terbaru.

Melalui dukungan ini, penghuni Huntara dapat langsung menikmati layanan internet tanpa batas secara gratis melalui WiFi berbasis satelit dari Telkomsat.

Sejalan dengan fokus pemulihan jaringan telekomunikasi pascabencana di Sumatra, khususnya Aceh, hingga saat ini TelkomGroup telah berhasil memulihkan minimal satu site yang beroperasi di setiap kecamatan. Dengan capaian tersebut, seluruh 289 kecamatan di Aceh telah kembali on air.

Secara keseluruhan, progress pemulihan layanan TelkomGroup di Aceh telah mencapai 95%, dengan fokus pemulihan lanjutan di wilayah Blangkejeren dan Takengon. Adapun untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat dan Sumatra Utara, layanan telah kembali normal seperti biasa.

Keberhasilan pemulihan ini didukung oleh pengerahan infrastruktur jaringan TelkomGroup yang meliputi 18 site satelit, 57 adaptor daya BTS (rectifier system), 768 unit genset standby maupun mobile, serta 776 paket baterai guna memastikan keberlangsungan layanan di wilayah terdampak.

Selain pemulihan infrastruktur, TelkomGroup terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan, termasuk kolaborasi dalam menghadirkan ruang aman bagi anak-anak sebagai bagian dari upaya trauma healing, khususnya di wilayah Aceh Tamiang. Dukungan tersebut juga mencakup penyediaan konektivitas, layanan kesehatan, serta bantuan paket logistik di sejumlah titik pengungsian.

Secara total, hingga Kamis (1/1) TelkomGroup telah menyalurkan bantuan senilai Rp122,6 miliar bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatra. Bantuan tersebut mencakup dukungan penyediaan konektivitas, layanan kesehatan, dapur umum, bantuan paket logistik di sejumlah titik pengungsian, hingga layanan dan kompensasi pelanggan pada periode Desember 2025 – Januari 2026.

“Sejak awal terjadi bencana, TelkomGroup memprioritaskan pemulihan layanan telekomunikasi agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi dan mengakses informasi. Melalui percepatan pemulihan infrastruktur, dukungan jaringan satelit, penyediaan posko internet gratis, dan tambahan personel, kami juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan serta memberikan keringanan dan kompensasi bagi pelanggan TelkomGroup. Kami berharap upaya ini dapat meringankan beban masyarakat untuk dapat bangkit lebih cepat dan menjalani masa pemulihan dengan lebih baik,” tutup Dian. (***)

Pos terkait