“Kurang lebih sekitar 30 anak-anak usia 10 dan usia 12. Nanti mungkin minggu depan atau awal bulan depan kita akan kumpulkan,” katanya.
Para pemain tersebut nantinya akan mendapatkan pembinaan secara lebih terarah dengan melibatkan pelatih. BP Batam akan mengatur pola latihan agar dapat disesuaikan dengan aktivitas klub masing-masing pemain.
“Kita coba bicarakan dengan pelatih-pelatihnya, kapan mereka berlatih di klubnya, kapan bisa kita kumpul dan kita bina mereka,” ujar Fary.
Lebih lanjut, Fary menyebut pengembangan pembinaan sepak bola usia dini tersebut juga berpeluang dikerjasamakan dengan Citra Mas.
Langkah tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem pembinaan sepak bola yang lebih terstruktur di Batam, mulai dari kompetisi usia dini, penjaringan bakat, hingga pembinaan berkelanjutan melalui akademi.
Dengan demikian, keberhasilan BP Batam Grassroots Football Festival 2026 tidak berhenti sebagai ajang pertandingan, tetapi menjadi pintu masuk bagi pembinaan talenta sepak bola muda Batam secara berkelanjutan. (Iman)
