BP Batam Genjot Infrastruktur 2026, Rawat 182 Titik dan Buka Akses Penerbangan Internasional

Pekerjaan tersebut meliputi perbaikan jalan, pengaspalan, normalisasi saluran drainase, hingga penanganan genangan air. Pemeliharaan ini ditujukan untuk menjaga kualitas fasilitas umum, mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, dan meningkatkan kenyamanan lingkungan.

Dari sisi ekonomi, ketersediaan infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting bagi investor dalam menentukan lokasi usaha. Jalan yang baik, layanan air bersih, sistem drainase, serta konektivitas transportasi dapat mendukung efisiensi operasional dan kelancaran distribusi barang maupun jasa.

BP Batam juga mendukung pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Bacaan Lainnya

Amsakar mengatakan peletakan tiang pancang perdana telah dilaksanakan pada 24 September 2026 di atas lahan seluas 18,5 hektare.

Sekolah tersebut direncanakan melayani jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA), dilengkapi fasilitas pembelajaran dan asrama.

“Kami sudah laksanakan peletakan tiang pancang perdana pada 24 September 2026 di atas lahan seluas 18,5 hektare,” ujar Amsakar.

Ia menjelaskan, sekolah tersebut diprioritaskan bagi anak-anak berprestasi dan keluarga kurang mampu, termasuk putra-putri masyarakat Rempang dan Galang.

“Sekolah ini diprioritaskan untuk anak-anak berprestasi dan keluarga tidak mampu, termasuk putra-putri masyarakat Rempang dan Galang,” katanya.

Kehadiran fasilitas pendidikan terpadu ini diharapkan memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Batam dalam jangka panjang.

Pos terkait