BI dan TNI AL Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 dari Batam

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga memberikan apresiasi penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Mewakili Gubernur Kepulauan Riau, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Andri Rizal mengatakan karakteristik wilayah Kepri yang 96 persen terdiri dari lautan membuat distribusi layanan ekonomi menjadi tantangan besar.

“Kepri berada di garis depan kedaulatan NKRI. Kondisi geografis ini membawa tantangan tersendiri terutama memastikan roda perekonomian berputar merata hingga pulau-pulau terjauh,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa rupiah bukan hanya alat pembayaran, melainkan simbol kedaulatan negara. Pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat di wilayah perbatasan mengalami kesulitan memperoleh uang layak edar atau bahkan beralih menggunakan mata uang asing akibat keterbatasan akses.

Bacaan Lainnya

Karena itu, menurut Andri, sinergi antara Bank Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut merupakan bentuk nyata hadirnya negara menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kepulauan.

Selain layanan penukaran uang, tim ekspedisi juga akan membawa program edukasi Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, serta menjalankan sejumlah kegiatan sosial bagi masyarakat di pulau-pulau perbatasan.

Program Ekspedisi Rupiah Berdaulat sendiri telah menjadi agenda tahunan nasional dan pada 2026 menjadi pelaksanaan ke-10 dari total 19 ekspedisi yang direncanakan Bank Indonesia sepanjang tahun.

Melalui ekspedisi ini, pemerintah berharap stabilitas ekonomi di wilayah kepulauan terluar Indonesia tetap terjaga, aktivitas perdagangan masyarakat berjalan lancar, serta kedaulatan rupiah sebagai simbol negara semakin kuat hingga ke perbatasan terdepan Republik Indonesia. (Iman Suryanto)

Pos terkait