Bagi Bank Indonesia perwakilan Provinsi Kepri, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi ekonomi masyarakat. Terutama dalam memahami pengelolaan keuangan yang lebih sehat, termasuk melalui pendekatan ekonomi syariah.
Ardhienus menilai masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa masalah keuangan sering muncul karena kurangnya perencanaan dan disiplin dalam mengatur pengeluaran.
“Jangan sampai masyarakat memiliki beban keuangan yang tidak perlu. Salah satu kuncinya adalah bagaimana mengelola keuangan secara syariah,” jelasnya.
Penulis buku “Semua Bisa Kaya”, Marviarum Eka Ramdiati, memiliki pandangan yang cukup sederhana namun mendalam tentang makna kekayaan.
Menurutnya, kaya bukan selalu tentang jumlah uang atau aset yang dimiliki. Seseorang bisa disebut kaya ketika mampu merasa cukup dengan rezeki yang diterima serta mampu memanfaatkannya dengan cara yang benar.
“Rezeki tidak sepenuhnya untuk diri sendiri. Semua akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti,” ujarnya.
Perempuan lulusan jurusan Manajemen Universitas Indonesia tersebut mengatakan proses penulisan buku ini memakan waktu cukup panjang. Ia mencoba merangkum berbagai prinsip pengelolaan keuangan yang sederhana namun sering diabaikan banyak orang.
Dalam bukunya, ia membahas bagaimana cara memperoleh rezeki secara halal, mengatur pengeluaran dengan disiplin, serta pentingnya berbagi melalui infak, sedekah, hingga aqiqah.
