“Ilmu tentang autisme ini bukan hanya milik tenaga medis. Ini adalah pengetahuan yang harus dimiliki semua lapisan masyarakat,” tambahnya.
Sebagai perusahaan yang berbasis di Malaysia, PT Penawar Special Learning telah memiliki sekitar 28 cabang dan pengalaman panjang dalam memberikan layanan terapi serta pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Kehadiran mereka di Indonesia menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan dan menjawab kebutuhan yang terus meningkat.
“Kami ingin lebih banyak anak mendapatkan hak mereka untuk terapi dan pendidikan yang layak,” tegas Dr. Ruwinah.
INAS26 juga mengusung semangat kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari praktisi kesehatan, akademisi, pendidik, hingga komunitas dan pembuat kebijakan.
Harapannya, sinergi ini mampu melahirkan solusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan dalam penanganan autisme di Indonesia.
Lebih dari sekadar forum tahunan, Indonesia Autism Summit 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk mengubah paradigma masyarakat—dari sekadar memahami menjadi bertindak.
“Kita ingin menghapus stigma, membuka akses, dan membangun masa depan yang lebih inklusif bagi anak-anak autisme,” pungkasnya.
Dengan semangat tersebut, Batam pun bersiap menjadi pusat perhatian internasional, sekaligus titik awal lahirnya gerakan inklusif yang lebih kuat dan berdampak nyata di Indonesia.(Iman)
