Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan bahwa Batam juga menjalankan arahan Presiden terkait penataan kota, khususnya penertiban reklame.
Ia menyebut, sepulang dari kegiatan diklat di Magelang, pihaknya langsung menindaklanjuti instruksi Presiden agar daerah tidak dipenuhi papan reklame.
“Batam ini satu-satunya kabupaten/kota yang tidak ada reklame. Coba lihat sendiri,” ujarnya.
Li Claudia berharap media turut menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat sebagai bagian dari citra positif Batam.
“Masukkan ke media bahwa Batam ini bersih, tidak ada reklame. Alhamdulillah, kemarin Pak Presiden juga menyampaikan lagi. Batam memang masih punya persoalan sampah, tapi itu sedang kita bersihkan,” pungkasnya.
Melalui Gema Batam Asri, Pemerintah Kota Batam berharap terbangun budaya baru di tengah masyarakat—budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan—sekaligus memperkuat citra Batam sebagai kota modern yang bersih, tertata, dan layak huni. (***)
