Selain itu, pemanfaatan gas bumi untuk restoran, hotel, dan sektor komersial juga berkembang melalui jaringan pipa maupun skema non-pipa.
Riza menilai, ekosistem gas di Batam kini semakin lengkap. Gas tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung operasional industri dan transportasi. Hal ini dinilai menjadi modal kuat dalam mewujudkan Batam sebagai kota energi modern.
Transformasi ini, lanjutnya, memiliki dampak ekonomi signifikan. Penggunaan gas bumi yang lebih efisien dapat menekan biaya energi pelaku usaha, mengurangi ketergantungan terhadap energi impor, serta berpotensi mengurangi beban subsidi energi negara.
Selain itu, Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan strategis akan semakin kompetitif jika didukung sistem energi yang stabil dan terjangkau. PGN menargetkan berbagai program pengembangan infrastruktur gas terus berjalan hingga 2030.
Riza berharap dukungan berbagai pihak, termasuk media dan masyarakat, untuk menyukseskan agenda transformasi tersebut.
“Batam punya peluang besar menjadi kota berbasis gas pertama yang terintegrasi. Ini bukan hanya tentang energi, tapi tentang masa depan ekonomi daerah,” tegasnya.(Iman Suryanto)
